Book-Movie Review

Book Review : Dewey, Kucing Perpustakaan Kota Kecil

Kali ini saya akan me-review sebuah buku (lagi) mengenai hewan peliharaan, atau lebih tepatnya hewan kesayangan 😉

“Dewey, Kucing Perpustakaan Kota Kecil yang Bikin Dunia Jatuh Hati” , buku kesekian mengenai hewan yang saya beli. Buku ini ditulis oleh Vicky Myron & Bret Witter. Buku setebal 400 halaman ini (versi Indonesia) diterbitkan oleh Serambi dan diangkat dari kisah nyata di salah satu negara bagian di USA.

Kisah Dewey bermula pada suatu pagi yang dingin di Spencer Public Library pada Januari 1988. Dewey ditemukan oleh Vicky pada pagi hari didalam kotak besi tempat pengembalian buku, dengan badan yang bergetar karena kedinginan, kurus, dan bertahan mencari kehangatan diantara buku-buku. Dewey mampu meluluhkan hati Vicky, sehingga akhirnya memutuskan untuk merawat Dewey. Badan mungil dan kedinginan ini perlahan-lahan mulai membaik setelah dimandikan oleh para staf dan diberi makan.

Dewey Readmore Books

Bahkan Vicky tak pernah menduga, apa yang ia lakukan pada anak kucing mungil itu kelak  memberi pengaruh yang luar biasa besar untuk dirinya, Perpustakaan Spencer, bahkan kota kecil Spencer serta Iowa pada umumnya.

Nama Dewey sendiri diambil dari sistem pengklasifikasian buku pada perpustakaan, dan melalui voting namalah, nama Dewey Readmore Books diambil. Dewey mampu mencuri hati seluruh pegawai perpustakaan, bahkan perlahan-lahan mampu mencuri hati para pengunjung perpustakaan-Dewan pengurus kota-dan penduduk Spencer. Sikapnya yang manis, lembut, tidak pernah menolak (menurut saya Dewey sih santai-santai saja mau diapa-apain), cerdas dan sangat bersosialisasi dengan para pengunjung perpustakaan.

Keberadaan dan keakraban Dewey, serta peran yang ia jalankan di perpustakaan perlahan-lahan menyebar ke seluruh negara bagian, bahkan hingga keluar negeri, Jepang, produser film dari negara ini bahkan rela datang ke Spencer untuk membuat film mengenai kucing, termasuk Dewey, walau akhirnya Dewey hanya muncul sebentar pada film tersebut.

Dewey the Prince

Kehadiran Dewey bukan hanya membawa dampak baik bagi pengunjung perpustakaan, warga Spencer, tetapi juga pada hubungan antara Vicky-dengan anaknya, Jodi. Dewey mampu mengembalikan kehangatan hubungan ibu-anak ini. Di buku ini Vicky juga mengungkapkan betapa rewelnya Dewey dalam memilih makanan, sangat sulit untuk diajak ke dokter,sekali dia pernah kabur dari perpustakaan dan berakhir dengan ketakutan dalam pelukan Vicky. Seolah-olah dia berjanji tak akan pernah mengulanginya lagi, dan memang itulah terjadi di tahun-tahun berikutnya, Dewey tidak pernah mencoba kabur dari perpustakaan. Dewey tetaplah seekor kucing normal yang memiliki kkelebihan dan kekurangan.

Dewey dan Vicky

Hal terbesar yang pernah dilakukan Dewey adalah persahabatan yang dibangunnya dengan Crsytal seorang gadis cacat, yang selalu menundukkan kepalanya setiap datang ke perpustakaan. Dan Dewey, mampu mengubah gadis yang tadinya sangat tertekan menjadi lebih optimis dan menikmati saat-saat bahagia bersamanya. Tak hanya dengan Crystal, Dewey juga bersahabat dengan seorang gelandangan, anak yang setiap harinya ditinggal kerja oleh ibunya, hingga seorang eksekutif muda. Hubungannya dengan banyak orang dari berbagai kalangan itulah yang membuat Dewey menjadi inpirasi bagi semua orang yang berinteraksi dengannya. Dewey juga tidak pernah memilih-milih orang yang disayanginya. Setiap hari dia Setiap menyambut orang-orang yang datang ke perpustakaan, duduk di pangkuan pengunjung yang membutuhkannya, sehingga membuat orang-orang itu merasa diperhatikan oleh Dewey dan melupakan masalah yang ada dipikiran mereka.

Dewey hidup selama 19 tahun, umur yang sangat tua untuk seekor kucing. Kepergian Dewey yang mendadak akibat tumor perut yang dideritanya sangat membuat Vicky terpukul. Walau sangat berat baginya untuk ‘melepaskan’ Dewey, tapi ia tahu, ini yang terbaik dan tidak memperpanjang rasa sakit yang diderita Dewey.

Buku ini sangat menginspirasi. Semoga orang-orang yang membacanya, bisa sedikit membuka hatinya untuk hewan-hewan terlantar, tidak memandang mereka dari jenis rasnya saja, karena mereka semua sama. Sama-sama mebutuhkan cinta dan kasih sayang serta rumah yang mampu melindungi mereka dari panas dan hujan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s