Book-Movie Review

Book Review : Oscar – Si Kucing Ajaib

Buku berjudul “Oscar Si Kucing Ajaib” merupakan sebuh kisah nyata seekor kucing yang dapat mengetahui saat-saat terakhir seseorang.

“Ketika pertama kali tiba di Steere House Nursing and Rehabilitation Center di Rhode Island, Oscar masih seekor anak kucing yang lincah dan menggemaskan. Tapi tak lama kemudian Oscar mulai menjadi bahan pembicaraan. Rupanya kucing biasa ini mempunya bakat yang sangat luar biasa. Secara naluriah dia tahu kalau seseorang akan meninggal.

Oscar menjadi pengalih perhatian yang menyenangkan bagi para penghuni Steere House yang, banyak di antaranya, menderita Alzheimer. Pada saat-saat terakhir mereka, Oscar akan masuk ke dalam kamar, meringkuk di tempat tidur pasien, dan menemaninya sampai akhir. Oscar memberikan penghiburan dan pendampingan pada saat dirinya paling dibutuhkan. Kehadiran Oscar menjadi penanda bagi para petugas medis serta anggota keluarga bahwa sudah saatnya mengucapkan selamat berpisah.

Bakat Oscar menjadi berkah yang lembut, dan perilakunya juga menjadi panutan bagi kita. Banyak dari antara kita yang ingin menghindar dari saat-saat terakhir kehidupan, tetapi Oscar justru merangkulnya.”

Begitulah sinopsis singkat dari buku hasil tulisan Dr. David Dosa, M.D. Dr. David Dosa, seorang geriatrik (dokter spesialis manula) yang juga asisten profesor di Brown University. Dr. Dosa yang berprofesi sebagai dokter jaga di Steere House untuk pasien penderita demensia dan alzheimer, juga sekaligus pemilik Oscar menceritakan bagaimana kehidupan dan perilaku Oscar sehari-hari, mulai dari sifat hingga kebiasaan Oscar yang sangat membantu bagi para staf medis dan anggota keluarga pasien, dan bagaimana akhirnya ia menyadari ‘kelebihan-kelebihan’ yang dimiliki oleh Oscar, yang semula dia kira sebagai suatu hal yang sangat biasa, dan semua itu tak lepas dari pertolongan Mary, perawat senior di Steere House.

Oscar adalah seekor kucing biasa, tak jauh berbeda dengan kucing-kucing peliharaan lainnya. Ia diadopsi oleh Steere House saat masih kecil. Oscar dan beberapa kucing lainnya merupakan penerus dari kucing terdahulu yang tinggal di Steere House sejak gedung ini dibangun. Oscar dikenal sebagai seekor kucing yang tidak suka bersosialisasi. Tapi sikapnya akan berbeda jauh ketika akan ada pasien yang meninggal.

Pada awalny Dr. Dosa tidak terlalu memperhatikan kebiasaan Oscar ini, hingga Mary seorang perawat jaga senior memberi tahunya. Dan sejak itulah ia mulai sering memperhatikan tingkah laku Oscar. Tak urung Dr. Dosa mengunjungi keluarga pasien yang telah meninggal untuk m encari informasi mengenai Oscar, bagaimana ia mendampingi sang pasien ketika akan meninggal, hingga sang pendeta datang.

This slideshow requires JavaScript.

“Oscar biasanya berkeliling dari satu ruangan ke ruangan yang lain. Jika merasakan ada pasien yang akan meninggal dalam beberapa jam, ia akan segera menghampirinya, melompat ke sisi tempat tidurnya dan berdiam diri di situ untuk beberapa waktu. Ia tidak pernah melakukan ini untuk pasien yang tidak sekarat. Jika pintu kamar pasien yang akan meninggal tertutup, Oscar akan menggaruk-garuk pintu minta dibukakan.”

Begitulah cara Oscar memberi tahu satf medis ketika akan ada pasien yang akan meninggal. Oscar akan berusaha masuk kedalam kamar pasien tersebut, dan setelah berhasil masuk, ia akan bergelung manis, mendengkur lalu tidur, menghabiskan waktu bersama pasien disaat-saat terakhir kehidupan mereka.

Suatu ketika, Oscar memperlihatkan bahwa prediksi para staf medis terhadap waktu meninggal seorang pasien salah. Tak lama setelah Oscar  dibawa ke kamar pasien tersebut, Oscar memilih untuk keluar dari ruangan tersebut, dan pindah ke ruangan pasien yang lain. Dan ternyata pasien kedua ini meninggal terlebih dahulu, dan disusul pasien yang pertama beberapa hari kemudian.

Oscar hampir tidak pernah melakukan kekeliruan, selama 5 tahun prediksinya selalu benar. Dr. Dosa dan staf lainnya menjadi sangat yakin dengan penilaian Oscar sehingga mereka akan segera memberitahukan keluarga pasien ketika melihat Oscar melompat ke salah satu tempat tidur pasien dan berbaring di situ.

“Perilaku Oscar menunjukkan bahwa ia tidak sedang iseng. Ia bisa saja keluar ruangan selama dua menit untuk mengambil mainannya, tapi setelah itu, ia akan segera kembali ke samping pasien. Sepertinya ia benar-benar menganggapnya sebagai ritual,”

Dr. Dosa tidak bisa memberikan penjelasan sains yang solid mengenai perilaku Oscar ini. Ia hanya menduga bahwa Oscar memiliki kemampuan seperti anjing, yaitu dapat mencium bau Kanker dan mendeteksi Ketones, sejenis biokimia berbau yang keluar dari sel-sel yang mati, yang biasanya dialami pada pasien yang akan meninggal.

Nicolas Dodman, seorang pakar perilaku hewan di Tufts University Cummings School of Veterinary Medicine menyarankan untuk mendokumentasi perilaku Oscar lebih mendalam lagi untuk mengetahui apakah ia benar-benar merasakan kematian atau hanya sekedar tertarik dengan selimut hangat yang memang sering diberikan untuk pasien yang sekarat, dan sang pasien yang tidak akan banyak bergerak. Namun, kebanyakan para ahli hewan lainnya setuju dengan teori bahwa Oscar mencium bau ketones.

This slideshow requires JavaScript.

Peran Oscar ternyata bukan hanya mengetahui saat kematian pasien. Keluarga pasien yang meninggal seringkali mendapatkan penghiburan karena kehadirannya. “Keluarga yang ditinggalkan mengalami penghiburan yang luar biasa karena menyadari Oscar ada disisi orang yang mereka cintai ketika mereka tidak dapat hadir.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s