Mylife

Ndut, Tamie, Itam

Ndut, Tamie, Itam….
Ndut terakhir kali muncul dirumah, setelah menghilang berhari-hari, dengan badan yang kurus, mulut yang pucat dan lemah. Tapi tetap belum berubah, sangat sulit untuk dipegang. Akhirnya, Ndut menghilang begitu saja 😥
Tamie mulai menunjukkan gejala sakit tak lama berselang Ndut sakit, tiba-tiba kucing ku yang biasanya suka sekali ‘bergulat’ dengan handuk dan jilbabku, seketika menjadi pendiam. Air liur terus menetes, dan perutnya keras. Tamie ‘pergi’ dalam gendonganku sewaktu mengantri di vet. Sakit! Hal terakhir yang bisa aku lakukan, ‘menidurkan’ nya dihalaman depan rumah 😥
Itam, yang dulu dibawa kerumah oleh Tamie, dengan kualitas makanan yang sama dengan kucing ras, tumbuh besar jadi kucing yang sehat, badan yang padat, dan bulu hitam mengkilat. Flu nya juga sudah diobati oleh drh.Mellany, yang benaaar benaaaar sabar untuk mendekati Itam.
Terakhir kami melihat Itam, sewaktu subuh akan ke bandara. Sejak subuh itu, kami tidak pernah lagi melihat Itam pulang kerumah, hingga hari ini aku menulis tentang makhluk menakjubkan ini.
Sifat Itam yang lebih bersahabat, suka tidur menempel ke bokong, mencakar-cakar jendela pengganti alarm pagi kami, dan bagaimana hobi nya untuk berbaring dikandang GP kami, seolah-olah itu adalah kandangnya.
Kedua kalinya kehilangan kucing kesayangan, tanpa bisa melihat wujudnya.
Bye bye sweetie 🙂

taniahafsari.web.id

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s