Animals

Sterilisasi untuk Muy

Ahhaaa! Hari ini udah 2 bulan lebih sejak Muy di steril. Muy, si kucing dari jalanan akhirnya sudah disteril dan sudah tidak bisa hamil lagi.

Steril? Apa itu steril? Kenapa Muy di steril? Yap, mari dibahas satu persatu yak.

Steril adalah proses pengangkatan organ reproduksi, berupa ovarium-saluran telur-rahim pada hewan betina; dan testis pada hewan jantan, agar tidak dapat lagi menghasilkan keturunan. Kalau bahasa ibu-ibunya, dimandulkan gitu. Jadi, sudah tidak bisa dihamili (untuk betina) dan tidak bisa menghamili (untuk jantan).

Lalu kenapa Muy di steril? Sebelumnya kita pahami dulu apa manfaat dari proses sterilisasi itu sendiri. Dengan melakukan proses sterilisasi pada hewan peliharaan, kita sebagai pemilik sudah mengambil langkah cerdas untuk ikut mengendalikan populasi hewan peliharaan. Mengendalikan populasi, maksudnya apa?

Dalam hal ini kita melihat pada hewan peliharaan seperti Muy, kucing. Seekor kucing bisa melahirkan paling sedikit 2 ekor anak  dan bisa saja lebih dari 5 ekor anak kucing dalam satu kali proses melahirkan. Dan dalam setahun seekor kucing betina bisa hamil sampai 3 kali. Bisa dibayangkan, 3 kali proses melahirkan dengan paling sedikit anak kucing yang dilahirkan berjumlah 5 ekor. Dalam setahun, seorang pemilik sudah bisa memiliki 15 anak kucing + 1 ekor induk betina.

Bisa saja kita sebagai pemilik beralasan ‘ah, saya sanggup kok kalau hanya ketambahan 5 ekor’, ‘ahh, nanti bisa dicarikan yang mau adopsi’ atau parahnya ‘ahh, kalau kerepotan, anak kucingnya di buang saja’. Hmmm….. Boleh bilang kejam?! Itu pemikiran yang kejam. Kecuali anda adalah pemilik yang tega melihat anak-anak kucing itu harus berjuang sendiri tanpa induknya, mencari makan dengan mengais sisa sampah dan akhirnya mati kelaparan.

Lalu apa sudah pasti, selalu ada adopter yang mau memelihara anak-anak kucing itu? Kalau tidak ada yang mau bagaimana? Saya jamin, anda pasti akhirnya kebingungan sendiri! No offense, please!

Bayangkan lagi jika kita sebagai pemilik mau melakukan proses sterilisasi pada sang kucing betina. Dia tidak akan hamil, dan otomatis tidak ada pula anak-anak kucing yang harus dicarikan rumah baru oleh anda atau yang harus berakhir tragis di jalanan, di pasar atau di komlek perumahan, dimana belum tentu ada yang peduli dengan mereka.

Selain untuk menekan populasi, proses sterilisasi  juga mampu menjaga kesehatan hewan peliharaan karena mampu mengurangi keinginannya untuk ‘berpetualang’, serta mengurangi permasalahan akibat perilaku yang tidak diinginkan. Seperti pada kucing jantan, kebiasaan spraying di rumah, kebiasaan berpetualang mengejar betina yang sedang birahi ataupun keingina untuk berkelahi dengan pejantan lainnya.

Dan untuk hal ini, saya sudah merasakannya! Semenjak di steril, Muy jadi lebih betah berlama-lama dirumah, keinginannya untuk ‘keluyuran’ berkurang. Bahkan saya terkadang memaksa dia untuk berada di luar rumah dan sedikit berpetualang.

Bahkan seekor kucing jantan yang hobi datang kerumah, tidak segan-segan ‘ditabok’ oleh Muy kalau mau coba-coba mendekati dia. Terkadang Muy juga memilih untuk pergi kalau melihat kucing jantan ini datang. See, manfaat sterilisasi sudah dapat dilihat secara langsung. Saya tidak lagi was-was kalau Muy akan hamil karena ‘berinteraksi’ dengan kucing jantan liar. Selain itu, kemungkinan Muy berinteraksi dengan kucing liar juga menurun, sehingga kesehatannya lebih terjaga.

Lalu kenapa masih ragu untuk men-sterilisasi hewan peliharaan kesayangan?

Takut mereka jadi gemuk karena hobi makan? Ahh, kalau sebagai pemilik tidak bisa mengatur pola makannya, hewan peliharaan yang tidak di steril pun bisa obesitas.

Takut mereka jadi penakut? Bukan penakut, hanya lebih memilih untuk menghindar dari hewan lain. Bukankah hal menyenangkan, apalagi melihat hewan peliharaan anda betah dirumah.

Kalau saya lih memilih untuk men-sterilisasi hewan peliharaan dirumah. Daripada kelak kami harus kerepotan karena kehadiran anak-anak kucing yang tak di duga 🙂

This slideshow requires JavaScript.

Advertisements

6 thoughts on “Sterilisasi untuk Muy

  1. itu ada bedong khusus ya untuk setelah si pus disteril??lucuuu..lebih aman juga buat luka jahitan pus ya..itu bikin sendiri atau beli? kalau bikin, gimana caranya? kalau beli, beli dimana?

    1. Halo mbak 🙂
      Itu gurita mbak. Saya bikin sendiri dari baju bekas sama kain meteran sisa jahit, tapi pakai jenis kain yg lembut.
      Cara bikinnya nyontoh model gurita untuk bayi mbak.
      Cuma, disarankan oleh vet kenalan, untuk guritanya jangan hanya di perut saja, tp juga melingkar di leher dan dekat pangkal ekor. Simpelnya, model baju untuk hewan, tapi pengikatnya dibikin ky gurita bayi, dan simpulnya dibuat di samping/diatas badan untuk operasi di perut bawah, atau simpul di sisi badan lain kalau operasinya di sisi kanan tubuh kucingnya.:)
      hehehehe,, semoga penjelasan saya bisa dimengerti ya mbak
      😉

  2. wah seneng bgt nemu blog in, kebetulan mau steril si ula, kucing betina sy tapi masih ragu. hhu.. itu kalau dipakein gurita gimana mba? apa kucingnya ga geli atau risih gt? soalnya kucing sy suka saya iseng pakein baju eh dia bisa buka sendiri jadi takut mau steril takutnya jadi ga telaten nanti bekas jahitannya terbuka bagi pengalaman nya dong mba pasca steril kucinnya gmana makasih sebelumnya

    1. kucing sy sih anteng dipAkaikan gurita. walau hari pertama dia ngerasa aneh.
      ngiketnya gk usah kenceng2 mbak. guritanya dibikin model ky baju, jd ada ngElingker di leher jg, jgn ky gurita ibu2, biar g bs dibuka.
      pasca steril, sih sy rutin gAanti perbannya aja. kl untuk obat, wktu steril udh lgsg dikasi antibiotik, jd saya g ada kasi2 obat kg. yg pnting tiap hari cek perbannya dan ganti yg baru. kl jaitannya bengkak, pAanas berair, lgsg hubungi dokternya.

    1. Gak bisa don.
      Tapi kalau semangat atau tidaknya, memang salah satu dampak steril kucing bakal lebih betah dirumah dan cenderung pemalas. Makanya owner kucing steril biasanya strict sama menu diet dan lrbih rutin ngajak kucingnya main. Fitness gitulah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s